Blogger Jateng

Konsep Dasar Meteorologi dan Klimatologi

Belajar geografi pastinya akan ketemu dengan yang namana meteorologi dan klimatologi. Keduanya yaitu studi yang serupa-sama mempelajari terkait atmosfer. 

Atmosfer berasal dari dua kata Yunani, yakni atmos yang mempunyai arti uap dan sphaira yang berarti bulatan. Makara atmosfer dapat diartikan selaku lapisan gas yang menyelubungi bulatan bumi. 
Keadaan atmosfer pada suatu ketika atau sementara disebut cuaca, sedangkan rata-rata dari cuaca dalam kala yang panjang disebut iklim. 

Meteorologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu meteoros, yang artinya benda yang ada di dalam udara dan logos artinya ilmu atau kajian. 
Makara meteorologi didefinisikan selaku ilmu yang mempelajari proses fisis dan gejala cuaca yang terjadi di dalam atmosfer utamanya pada lapisan bawah yaitu troposfer. 

Klimatologi berasal dari kombinasi dua kata Yunani adalah klima yang diartikan selaku kemiringan (slope) bumi yang mengarah pada pengertian lintang tempat, dan logos yang diartikan selaku ilmu. 

Klimatologi didefinisikan selaku ilmu yang mempelajari jenis iklim di paras bumi dan aspek penyebabnya (Bayong, 2004).
Meteorologi dan Klimatologi mempelajari dinamika atmosfer
Iklim dan cuaca memiliki banyak kesamaan, tetapi keduanya tidak identik. Cuaca ialah total dari keseluruhan variable atmosfer di suatu tempat dalam abad waktu yang singkat, ini ialah apa yang insan alami sehari-hari. 

Misalnya cuaca di Surabaya berawan, temperature udara 31 derajat C, kelembaban udara 85% dan kecepatan angin18 km/jam. Ilmu perihal cuaca disebut meteorologi. Iklim adalah kondisi cuaca rata-rata pada daerah yang lebih luas dan dalam waktu yang cukup usang. Ilmu wacana iklim disebut klimatologi.
Iklim ialah kelanjutan dari hasil pencatatan unsure-komponen cuaca dari hari ke hari dalam waktu sekurang-kurangnya10 tahun lamanya. Unsur-bagian iklim sama dengan komponen-unsur cuaca adalah intensitas penyinaran matahari, suhu udara, angin, tekanan udara, awan, kelembaban dan curah hujan. 


Data yang diperoleh dari meteorologi digunakan untuk penentuan iklim suatu kawasan. Oleh sebab itu maka meteorologi dan klimatologi mempunyai kekerabatan yang sungguh bersahabat.
Jadi keyword untuk membedakan meteorologi dan klimatologi adalah pada skala luas dan waktunya ya sobat-sobat. 
Berbagai pendapatyang menimbulkan ilmuwan kesengsem mengkaji atmosfer bumi diantaranya yaitu:  (1) Atmosfer melindungi penghuni bumi dari radiasi gelombang pendek matahari yang sangat besar lengan berkuasa. Pada lapisan stratosfer terdapat ozon (O3) yang mampu menyerap radiasi matahari;  (2) Banyak tanda-tanda atmosfer yang menawan dan perlu dikaji contohnya terjadinya awan dan hujan, angin puting-beliung tropis, pergantian iklim;  (3) Atmosfer selaku sumber alam yang perlu dieksplorasi dan dieksploitasi contohnya teknologi hujan buatan, mempergunakan energi angin;  (4) Atmosfer selaku media angkutanudara yang peka kepada awan cumulonimbus (cb) merupakan ancaman bagi dunia penerbangan dan harus dihindari;  (5) Atmosfer sebagai daerah pembuangan zat pencemar, zat tersebut ada yang beracun dan berbahaya bagi manusia. Jika suhu digunakan selaku dasar pembagian atmosfer, maka diperoleh lapisan troposfer, stratosfer, mesosfer dan termosfer;  (6) Atmosfer bahwasanya bisa dikendalikan manusia tergantung dari bagaimana perlakuan manusia kepada atmosfer.
Sumber: Modul Geografi Abad 21